Saat di Pesawat, Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini

Pesawat bisa menjadi tempat yang membosankan, apalagi perjalanan panjang dan tanpa makanan.

Tapi ingat, tak semua makanan dan minuman bisa dikonsumsi saat di pesawat.

Dikutip dari Reader’s Digest, ada beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk tidak konsumsi ketika di pesawat.

Ada beragam alasan. Mulai dari alasan kesehatan hingga kenyamanan diri sendiri dan penumpang lain.

Berikut ini makanan dan minuman yang perlu dihindari.

1.Bawang-bawangan

Senyawa allyl methyl disulfide dalam bawang merupakan salah satu penyebab bau nafas ‘bawang’.

Senyawa itu memerlukan waktu hingga 24 jam untuk dikeluarkan dari tubuh, sehingga tidak dianjurkan mengonsumsi bawang saat naik pesawat.

Nah, kalau memang sangat berhasrat mengonsumsi bawang-bawangan, kini ada solusi untuk mengatasinya agar terhindar dari bau nafas ‘bawang’.

Menurut Sheryl Barringer, Profesor dan Ketua Departemen Ilmu Pangan di Ohio State University, cukup mengonsumsi apel mentah atau daun mint untuk menghilangkan bau nafas setelah menyantap bawang.

2.Alkohol

Alkohol bukan pilihan terbaik untuk menenangkan diri sebelum terbang.

Menurut Aerospace Medical Association, terbang dapat memberikan efek dehidrasi.

Bahkan, menurut CDC, duduk dalam penerbangan selama lebih dari empat jam meningkatkan kemungkinan penggumpalan darah pada orang berisiko tinggi.

Belum lagi dehidrasi karena minum alkohol dapat memperburuk masalah.

3.Buah kering

Kalau memiliki asma, lebih baik menghindari buah kering saat naik pesawat.

Sebab, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Gastroenterology and Hepatology from Bed to Bench, buah kering dapat mengandung sulfit.

Sulfit disebut-sebut dapat meningkatkan serangan asma.

Belum lagi tingkat oksigen yang lebih rendah, menurut Aerospace Medical Association, dapat memperburuk masalah pernapasan.

4.Kopi

Sebagian orang terbiasa menenggak segelas kopi sebelum penerbangan. Namun itu bukan ide yang baik.

Pasalnya, dua jam setelah itu, justru akan mengganggu orang di samping tempat duduk lantaran bulak-balik kamar kecil dan merasa gelisah.

Sebuah studi 2017 di jurnal Frontiers in Nutrition menemukan, enam miligram kafein per kilogram berat badan (408 miligram untuk orang dengan berat 65 kg) memiliki efek diuretik.

Efek itu menyebabkan tubuh kehilangan cairan, natrium, dan kalium.

Menurut Mayo Clinic, kafein juga bisa mengakibatkan gejala seperti sakit kepala atau kram otot.

5.Keju biru

Bagi orang yang alergi susu, keju biru alias gorgonzola bisa menjadi masalah.

Keju biru adalah keju Italia bertekstur lunak dari susu sapi yang dipasteurisasi.

Jamur penisilin yang berwarna biru kehijau-hijauan ditambahkan pada keju ini, sehingga rasanya menjadi tajam dan pedas.

Mengonsumsi keju jenis ini kian menjadi masalah karena reaksi alergi terjadi saat berada di ketinggian, di mana tekanan udara dan tingkat oksigen terbatas.

Menurut Aerospace Medical Association, orang yang memiliki penyakit pernapasan sangat rentan saat berada di tingkat oksigen lebih rendah.

Ditambah, gejala pada perut karena alergi tersebut bisa memperburuk keadaan karena pasti bulak-balik ke kamar kecil.

6.Kacang

Kacang merupakan camilan praktis, tapi tidak bagi orang yang alergi dengan makanan tersebut.

Bahkan, jika ada orang yang memiliki masalah tersebut, membuka bungkus kacang saja tetap menjadi masalah, karena sirkulasi udara dalam pesawat berputar.

7.Salami

Menurut artikel di American Journal of Clinical Nutrition, salami dianggap sebagai makanan histamin tinggi.

Bagi orang yang sensitif terhadap histamin, mengonsumsi makanan tersebut dapat memperburuk alergi hidung atau sinusitis.

8.Tap water

Memang, ada pilihan air kemasan saat penerbangan, namun tak jarang disediakan tap water atau air keran saat penerbangan.

Biasanya tap water digunakan untuk membuat kopi atau teh.

Di AS sudah berlaku aturan yang ketat, dengan mewajibkan maskapai penerbangan memeriksa sistem air dalam pesawat mereka setiap lima tahun sekali untuk menghindari keberadaan E. coli.

Sebuah studi 2015 di International Journal of Environmental Research dan Public Health menemukan, air keran pada dua pesawat yang diuji mengandung bakteri yang diketahui menyebabkan penyakit.

Karena itu, bawalah botol air sendiri, dan isilah setelah melewati pemeriksaan keamanan, dan sebelum naik ke pesawat.

9.Kacang polong, dan kacang lentil

The Aerospace Medical Association mengungkapkan, perubahan dalam tekanan kabin dapat menyebabkan gas di usus meluas hingga 25 persen.

Kacang polong yang kaya serat membuat tekanan gas lebih besar, dan pasti cukup mengganggu ketika pesawat sudah lepas landas.

Bagi ibu hamil itu tambah tak nyaman.

10.Sarapan sandwich

Departemen Pertanian AS (USDA) mencantumkan sandwich berisi telur dan daging sebagai makanan cepat saji terburuk untuk kandungan garam.

Satu sandwich mengandung 86 persen rekomendasi garam harian.

Menurut American Heart Association, kandungan garam tersebut dapat meningkatkan tekanan darah.

Belum lagi tingkat oksigen yang rendah pada penerbangan memberikan beban tambahan pada jantung.

Karena itu, kalian bisa memilih buah atau yogurt yang memiliki kandungan rendah garam

11.Minuman bersoda

Ruangan dengan tingkat oksigen yang rendah, misalnya pesawat, membuat orang dengan gangguan paru-paru berisiko.

Sebuah penelitian di European Respiratory Journal menemukan, 18 persen penumpang dengan penyakit paru-paru mengalami gangguan pernapasan ringan selama penerbangan.

Keadaan tersebut kian buruk jika mengasup minuman yang memberikan gas tambahan karena dapat meningkatkan tekanan pada paru-paru.

The Aerospace Medical Association merekomendasikan menghindari minuman berkarbonasi yang justru meningkatkan pembentukan gas dan membahayakan pernapasan.

12.Popcorn

Makan popcorn saat penerbangan dapat mengganggu orang yang duduk di samping, karena pesawat seringkali turbulensi dan bisa menyebabkan popcorn berjatuhan.

Belum lagi efek pada perut yang justru bikin kembung.

13.Biji espresso berlapis coklat

Kafein tak melulu ada di kopi, karena juga ada di cokelat hitam.

Menurut USDA, sebuah bar dengan berat 3,5 ons yang mengandung 85 persen kakao memiliki sekitar 80 miligram kafein.

Biji espresso berlapis coklat mengandung sebanyak 336 miligram kafein per porsi.

Perlu diingat, semakin banyak kafein yang dikonsumsi, maka akan membuat gelisah saat berada di pesawat.|♔Ferd

Iklan

Imutnya Putri Charlotte di Royal Wedding

Putri Charlotte benar-benar mencuri perhatian di pernikahan sang paman, Pangeran Harry dan Meghan Markle, di Windsor, Inggris, Sabtu, 19 Mei 2018 kemarin.

Dari foto-foto Royal Wedding yang beredar, Charlotte yang kala itu mengenakan gaun putih selutut dengan sepatu putih tampil super menggemaskan, dengan tambahan aksesori kepala berupa rangkaian bunga mawar putih cantik.

Ia juga beberapa kali melempar senyum manis ke arah media dan penggemar di luar St George’s Chapel di Windsor Castle.

Anak kedua pasangan Pangeran William dan Kate Middletown itu bahkan sempat melambaikan tangannya dengan ramah sambil menggandeng sang ibu. Charlotte juga sempat tertangkap kamera sedang menjulurkan lidahnya ke arah luar saat sedang berada di dalam mobil.

Pola dan tingkah laku Charlotte memang bisa dibilang bertolak belakang dengan sang kakak, Pangeran George yang lebih cool dan kalem. Charlotte punya kepribadian yang lebih riang dan menyenangkan.

Banyak orang yang lantas menyamakan perilaku Charlotte yang lucu itu dengan sang paman, Pangeran Harry yang dari kecil memang terkenal periang dibanding kakaknya, Pangeran Wiliiam. |♔Ferd

Gaun Pippa Middleton di Royal Wedding Disebut Mirip Kaleng Minuman

Pippa Middleton pasti menjadi sorotan di Royal Wedding Pangeran Harry dan Meghan Markle lantaran ia merupakan adik Kate Middleton.

Saat jutaan orang melihat Pippa Middleton, banyak yang melihatnya seperti kaleng minuman es teh Arizona.

Benar saja, tak lama, meme tentang Pippa Middleton mulai bermunculan, tentunya disandingkan dengan kaleng minuman.

Bahkan, brand minuman itu sendiri ikut mengambil kesempatan sekaligus menjadikan ajang promosi gratis. Wah! |♔Ferd

Heboh Kucing Kepala Manusia! 5 Hewan Misterius Yang Mulai Bermunculan

Akhir – akhir ini kita sering dihebohkan dengan kemunculan hewan – hewan misterius baik yang sama sekali belum pernah terlihat maupun hewan yang memang sudah ada sejak berabad – abad ada di bumi ini.

Mulai dari daratan dan laut dalam yang beum terjamah oleh manusia. meskipun banyak yang membuat penelitian mengenai hal hal aneh, nampaknya masih banyak yang belum diketahui kepastiannya.

Makhluk apa saja itu, mari kita simak dibawah ini berikut ulasannya.

1.Phyrosome

Bebrapa waktu lalu seorang penyelam bernama Michael Baron berhasil menemukan makhluk laut yang langka, ganjil, dan juga misterius yang disebut dengan Phyrosome.

Saking langka dan uniknya, makhluk ini sering disebut sebagai unicorn bawah laut oleh para penyelam. Michael menemukan dan mengabadikan gambar makhluk laut yang memanjang ini di laut Australia.

Makhluk ini sebenearnya adalah invertebrata yang sangat banyak dan dihubungkan dengan tabung lentur seperti agar agar. satu dari invertebrata ini dapat memperbanyak dirinya sendiri sehingga Phyrosome bisa menjadi semakin besar dengan sendirinya.

Phyrosome layaknya sebuah sedotan raksasa yang terbuka di kedua ujung sisinya. makhluk ini mampu mengeluarkan cahaya yang menyala ketika dirinnya merasa terancam ataupun disentuh, ini merupakan bentuk perlindungan diri.

Tubuh Phyrosome bisa mencapai ukuran raksasa yakni 12 meter, bahkan konon bisa sampai 30 meter.

2.Xenoturbella

Ilmuwan sempat kebingungan saat melihat makhluk ini, selama 60 tahun lamanya tidak dapat mengidentifikasi secara rinci, makhluk apa sebenarnya Xenoturbella ini.

Makhluk apakah gerangan yang berwarna ungu dan berbentuk seperti kaus kaki itu.

Makhluk yang hidup jauh di laut dalam ini, diduga sebagai bentuk awal kehidupan yang membantu para ilmuwan untuk menyingkap mistery bagaimana hewan ini berevolusi dari waktu ke waktu.

Secara sederhana, hewan ini tidak memiliki mata, insang, hingga organ reproduksi dan hanya memiliki satu lubang yang diduga mulut. lubang mulut ini digunakan untuk memasukkan makanan dan mengeluarkan makanannya.

3.Hallucigenia

Hallucigenia digambarkan sebagai makhluk dengan bentuk aneh dengan badan berbentuk seperti duri lancip di sekujur tubuhnya. makhluk ini diprediksi telah ada di bumi sejak lebih dari 500 juta tahun yang lalu.

Setelah empat dekade mempelajari jjejak fosil, para ilmuwan akhirnya meletakkan hewan ini dalam struktur pohon kehidupan dan keturunan yang masih hidup hingga saat ini.

4.Faceless Fish

Ikan misterius asal Australia ini ditemukan oleh seorang penyelam yang masuk di lubang besar lepas pantai Australia. sekelompok ilmuwan ini menemukan ikan ini berukuran 43 cm yang tidak memiliki wajah. ikan ini juga tidak mempunyai mata dan organ apapun yang menyerupai insang.

Hewan tersebut ditemukan di kedalaman 3900 meter di pedalaman laut Australia. ikan kecil berwarna coklat ini benar – benar menakjubkan karena mulutnya terletak di bagian bawah kepalanya.

5.Kucing Kepala Manusia

Bebrapa waktu lalu, warga digegerkan dengan poto yang menampakkan seekor kucing yang berkepala manusia ataupun manusia yang mirip seperti kucing. sosok satu ini menggegerkan masyarakat di sekitar Pahang, wilayah barat Malaysia.

Sosok satu ini menyerupai manusia tetapi berbentuk seperti kucing. ia memiliki ekor, taring dan jari jarinya hanya berjulah tiga buah.

Viralnya kasus yang satu ini membuat sejumlah orang menyelidiki lebih lanjut mengenai kebenarannya. sampai – sampai pihak keamanan setempat juga ikut menyelidiki lebih lanjut kasus yang satu ini.

Namun, poto tersebut belum pasti kebenarannya, dan menjadi tanda tanya bagi masyarakat sekitar Pahang.|♔Ferd

Thandie Newton showcases black Star Wars characters in stellar dress at Cannes

Thandie Newton paid tribute to every black Star Wars character in the franchise’s history as she walked the red carpet at the Cannes Film Festival on Tuesday (15May18).The British beauty portrays interstellar criminal Val in director Ron Howard’s new Han Solo spin-off, Solo: A Star Wars Story, and she donned a stellar couture Vivienne Westwood dress to attend the screening on the French Riviera.

Thandie’s stylist Erin Walsh explained how the gown came about in a post on Instagram, revealing the 45-year-old wanted to celebrate the diversity of the sci-fi franchise and her landmark casting in the new film.

“For tonight’s #StarWars premiere (at Cannes), Thandie had the brilliant idea to make a dress covered in a print with photos of iconic black @starwars characters!” the fashion professional gushed on the picture-sharing app in a caption attached to a sketch of the dress.

“She wanted to celebrate her role in the iconic history of the franchise!! She is the first black woman onscreen in a @starwars movie with a leading role.”

New York-based fashion photographer Christian Hogstedt captured the images used for the eco-friendly gown by taking photos of toys from Thandie’s private collection.

“@christianhogstedt photographed the action figures from her personal collection and (designer) @viviennewestwood made a SICK print on a gown that’s totally ethical given the guidance of @ecoage and @liviafirth… more on this to come, but have a peek at the sketch and up close on the print!!!” Walsh gushed.

Thandie isn’t the only star kicking up a storm at Cannes with out-of-the-box fashion choices – jury member Kristen Stewart defied the festival’s heels-only policy by walking barefoot on the red carpet on Monday (14May18), while her jury president Cate Blanchett also caused waves by recycling her her 2014 Golden Globes gown at the festival last week (08May18).|♔Ferd

“Aliens and Strange Universes”

Scientists Growing ‘Mini-Brains’ Using Neanderthal DNA to “See If Something is Hidden That Sets Us Apart”

In their system, a blockchain records transactions, just the way it happens with Bitcoin. Instead of being updated by a network of unaffiliated peers, however, the Fedcoin ledger is managed by institutions certified by the Federal Reserve. “These authorized nodes could be things like Bank of America, JP Morgan—basically, trusted institutions,” Gupta told me.

Each bank is responsible for a chunk of addresses on the blockchain. When new transactions come through, the bank validates them in a new block and sends it to the Fed. The Fed then acts as the final arbiter, checking the entries and unifying the blocks into a master version of the blockchain that it makes public.

To use fedcoins, people must first show proof of identity and set up a wallet with the Federal Reserve or an affiliate bank, at which point they can buy the new currency with US dollars at a one-to-one ratio. A scheme like this, says Gupta, might gain popularity and ultimately result in the slow disappearance of physical cash.

“I’d imagine people first get comfortable spending Fedcoin on things like groceries and movie tickets,” he says. “As people realize it’s easier than cash, as businesses realize it’s cheaper than credit cards, and as banks realize it’s literally more secure, so goes the process by which dollars are phased out of the money supply and Fedcoin phased in.”

This isn’t just an academic thought experiment. The Bank of Canada built a simulation for such a currency, on a blockchain similar to Ethereum’s, in 2016.

What such researchers are finding is that a digital version of state-run currencies could match or even improve upon the efficiencies of Bitcoin. Gupta believes that transactions should be processed much faster when a central bank is behind the system (as opposed to the peer-to-peer network that currently records Bitcoin transactions). This efficiency could add up to a lot of saved money. The Bank of England, which has been furiously researching blockchain technology, reported in 2016 that even partial adoption of a central-bank-issued digital currency would result in a 3 percent increase in GDP as the cost of taxes and transaction fees went down.

A shift away from cash would also make it easier for governments to collect taxes and enact monetary policy, says Campbell Harvey, a professor of finance at Duke University. For example, if a government wanted to disburse stimulus payments, it could simply deposit money into people’s Fedcoin wallets. “You drop five hundred dollars in everybody’s wallet, a single line of code. You’re done … there’s nothing in the mail, no mail being intercepted. There’s no people trying to fraudulently take the money,” he says. “It’s no surprise that every major central bank in the world has got a team looking at the possibilities of moving to a blockchain-­based crypto national currency.”|♔Ferd