Jangan panik! Lakukan ini setelah terkena siraman air keras

jangan-panik-lakukan-ini-saat-terkena-siraman-air-keras

Publik dikejutkan dengan insiden penyiraman air keras yang mengenai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada hari selasa pagi, 11 April 2017.

Panik tentu saja akan menjadi reaksi utama saat kamu atau orang di sekitarmu terkena siraman air keras di bagian tubuhnya. Kemudian rasa perih atau panas seperti terbakar akan menjalar di bagian yang terkena siraman air keras.

Well, lantas pertolongan pertama apa yang bisa kamu lakukan untuk menangani luka karena siraman air keras?

“Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah segera hapus jejak air keras di tubuh dengan cara membasuhnya menggunakan air mengalir dengan volume yang besar. Cuci setidaknya selama 20 menit untuk menetralisir cairan kimia tersebut,” saran penelitian yang dikutip dari emedicinehealth.com.

“Jika siraman air keras ini mengenai baju, maka segera lepas baju yang terkontaminasi agar tak terjadi infeksi lebih lanjut. Kemudian saat air keras juga memasuki mata, segera siram dengan air mengalir.”

“Setelah kamu bisa mengamankan diri, segera hubungi pihak medis terutama jika kamu mengalami sesak napas, nyeri dada, pusing, atau gejala lainnya di tubuh.”

Cairan asam klorida atau air keras adalah bahan kimia berbahaya dan bersifat sangat korosif. Ketika mengenai kulit, kamu akan menderita luka bakar, gatal-gatal, kemerahan, peradangan, dan pembengkakan jaringan.

Air keras pun bisa memasuki aliran darah dan kemudian merusak organ vital yang ada. Oleh karena itu kamu perlu penanganan medis lebih lanjut untuk melihat seberapa parah dampak dari siraman air keras tersebut dalam tubuhmu. | ferd

 

Iklan

Takut Naik Pesawat? Tenang, Naik Pesawat Itu Aman Kok!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Saat ini, naik pesawat terbang sudah menjadi alternatif bagi banyak orang untuk bepergian urusan bisnis maupun liburan. Namun, tidak semua orang merasa nyaman ketika harus naik pesawat terbang.

Banyak yang masih merasa cemas dan takut naik pesawat terbang dikarenakan berbagai hal. Mulai dari karena memiliki fobia terbang atau memang belum terbiasa dengan suasana saat berada di atas pesawat.

Belum lagi dengan beberapa insiden di dunia penerbangan yang semakin membuat banyak orang parno sendiri ketika harus terbang.

Sebenarnya, dibandingkan dengan alat transportasi lainnya, pesawat terbang termasuk alat transportasi paling aman di dunia. Ada banyak hal yang mendukung statement tersebut, seperti berkut ini:

1 airport-aircraft-departure

  1. Standar Keamanan yang Tinggi

Dalam dunia penerbangan diterapkan standar keamanan yang tinggi, mulai dari segi operasional, maintenance dan juga dari kru yang bertugas. Tidak sembarangan orang bisa menjadi pilot dan menerbangkan pesawat karena ada banyak sekali latihan dan prosedur yang harus dilakukan seseorang untuk mendapat izin menerbangkan pesawat.

Selain itu, pesawat juga secara rutin dicek sebelum take off dan sesudah landing oleh teknisi untuk pengecekan komponen pesawat demi terciptanya penerbangan yang aman.

2

  1. Angka Kecelakaan yang Kecil

Data dari Aviation Safety Network menunjukkan bahwa selama 40 tahun ini angka kecelakaan pesawat terbang terus menunjukkan penurunan drastis di setiap dekade. Di tahun 70-an terdapat rata-rata 68,1 kecelakaan pesawat di setiap tahunnya. Dan di tahun 2000-an, angka tersebut merosot hingga 39,6 per tahun.

Dilansir dari laman USA Today, mengemudi kendaraan lebih berbahaya dibandingkan pesawat terbang karena ada 5 juta kecelakaan lalu lintas berbanding 20 kecelakaan pesawat terbang. Jika dibuat dalam angka, rasio kecelakaan pesawaat komersil adalah 1;1,2 juta atau ada satu kecelakaan dari 1,2 juta penerbangan. Hal ini menunjukkan jika angka kecelakaan pesawat itu sangat kecil.

Berdasarkan data dari Aviation-Safety.net menunjukkan bahwa ada 3,6 miliar penumpang pada 34 juta penerbangan internasional di 2015 dengan perbandingan 16 kecelakaan pesawat dengan korban sebanyak 560 orang. Jika dibandingkan, angka kecelakaan sanat kecil dibandingkan dengan banyaknya penerbangan yang terjadi.

3 airport

  1. Ada Air Traffic Controller

Selain pilot dan co-pilot yang bertugas untuk menerbangkan pesawat, masih ada Air Traffic Controller atau pemandu lalu lintas udara yang selalu memperhatikan pergerakan pesawat. Petugas ATC bertugas untuk menjaga keselamatan penerbangan serta mengatur kelancaran dan ketertiban lalu lintas udara.

Para petugas ATC inilah yang mengatur jarak aman antar pesawat yang tengah berada di ruang udara yang sama agar tidak sampai terjadi tabrakan. Jadi bukan hanya pilot yang tahu dimana posisi pesawat berada, tapi petugas ATC juga mengetahui posisi pesawat dan mengatur penerbangan dengan aman. Hal ini tentu akan semakin meminimalkan bahaya dan memaksimalkan keselamatan penerbangan.

Jadi, jangan pernah takut untuk naik pesawat terbang! Kecanggihan teknologi saat ini didukung instrumen keselamatan yang semakin mumpuni membuat perjalanan udara semakin aman dan juga nyaman.  Jangan sampai karena takut naik pesawat atau punya persepsi negatif mengenai keselamatan penerbangan lantas membuat Anda ogah liburan!

Segera pesan tiket pesawat Andai Pergi.com! Ada diskon tiket pesawat hingga Rp 500.000 untuk terbang kemana saja lho! Ada juga diskon hotel 10% untuk menginap dimana saja, kapan saja. Tunggu apalagi? Pergi yuk!  adv| ferd

source

Seorang Bayi Menggigit Kepala Ular Hingga Putus

 

 

Seorang bayi laki-laki yang berusia 18 bulan (1,6 tahun) menggigit kepala ular yang masuk ke kamarnya sampai putus. Saat ibunya menemukan anaknya itu di pagi hari, si bocah sedang mengunyah bangkai ular tersebut.

Kabar unik ini dimuat di portal berita Ynet News, Kamis. Anak tersebut tertidur di kamar orangtuanya semalaman. Dia rupanya bangun lebih dulu daripada orangtuanya di pagi hari dan kembali ke kamarnya sendiri.

Saat ia masuk kamar, ia melihat seekor ular sepanjang 35 sentimeter sedang melata di dalam kamarnya. Mungkin mengira itu mainan baru, bocah tersebut langsung mengambil ular tersebut dan menggigitnya di bagian kepala.

Untungnya, ular tersebut tidak menggigit balik. Anak tersebut langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di kota Haifa. Dokter tidak menemukan satu pun luka gigitan ular di anak itu. | ferd

Seorang Bayi Mengunyah Ular

1 bayi-main-ular2

Sebagian dari kita mungkin beberapa kali mendengar soal manusia yang menjadi santapan ular. Namun apa yang sempat terjadi di Israel pada 2012 lalu justru berkebalikan.

Seorang bocah berusia 13 bulan terpergok sedang mengunyah kepala ular yang memiliki panjang sekitar 30 sentimeter. Tak mengherankan jika orang-orang sulit percaya dengan hal tersebut. Pasalnya, bocah bernama Imad Aleeyan itu baru punya gigi susu yang baru tumbuh enam buah.

Ibu Imad, Ghadir Aleeyan, langsung berteriak dan mengagetkan para tetangga ketika melihat ada ular di dalam mulut anaknya.

“Waktu itu saya sedang membuat susu, saat menoleh ke dia, saya melihat ada ular di mulutnya,” kata Ghadir seperti dimuat The Telegraph. “Aku lalu berteriak tak percaya apa dengan yang kulihat.”

2 Untitled

Mendengar teriakan tersebut, para tetangga pun langsung berlarian menghampiri kediaman Ghadir. Mereka lalu membunuh binatang itu, yang saat dikeluarkan dari mulut si bocah, masih bernyawa.

“Kami bergegas masuk ke rumah dan menemukan bayi dengan ular di mulutnya, sedang dikunyah. Adegan yang menakutkan, mengerikan,” ujar tante Imad, Yasmin Shahin. Ia menambahkan, kepala ular yang berada dalam mulut keponakannya nyaris hancur.

Para orang dewasa langsung memeriksa Imad karena dikhawatirkan mengalami gigitan. Namun dokter Rumah Sakit Rambam di Halifa mengkonfirmasi bahwa bocah tersebut dalam kondisi baik. | ferd

Lakukan Hal Ini untuk Berlindung dari Radiasi Bom Nuklir

Lakukan Hal Ini untuk Berlindung dari Radiasi Bom Nuklir

Livermore – Beberapa waktu lalu Donald Trump telah menyerukan untuk memperkuat senjata yang dimiliki Amerika Serikat. Sementara itu, Rusia makin sering memperlihatkan kehebatan senjata nuklirnya.

Tak hanya itu, negara yang kerap mendapat kecaman dunia internasional, Korea Utara, sedang mengembangkan rudal jarak jauh dan beberapa kali melakukan uji coba rudal.

Meski masing-masing negara belum menunjukkan sinyal perang, namun hal tersebut telah membuat sejumlah pihak prihatin dan khawatir.

Pertanyaan, “apa yang harus saya lakukan untuk bertahan dari serangan bom nuklir?” mungkin pernah terlintas di pikiran sejumlah orang.

Seorang peneliti Lawrence Livermore National Laboratory, Michael Dillon, membantu menjawab pertanyaan soal bom nuklir. Hal itu ia ungkapkan dalam studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society A: Mathematical and Physical Sciences.

Selain itu, instansi pemerintah dan organisasi lain juga telah mengeksplorasi pertanyaan tersebut dan memiliki rekomendasi dan respons rinci terkait hal itu.

Dikutip dari Business Insider, Minggu, jika kota Anda menjadi target bom nuklir berbobot 0,1 hingga 10 kiloton–berkekuatan lebih rendah dibanding Hiroshima–kemungkinan besar Anda dan 100.000 warga lainnya selamat.

Jika Anda selamat, maka Anda harus dapat dengan cepat menghindari bagian-bagian radioaktif yang terlepas di atmosfer setelah terjadi ledakan nuklir atau dikenal dengan fallout.

Bagian-bagian radioaktif itu dapat berupa serpihan bom, tanah, puing-puing, debu, dan abu yang terbawa angin kencang.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mencari tempat terbaik untuk bersembunyi — makin padat material yang digunakan pemisah tempat berlindung dengan lingkungan luar akan semakin baik — lalu tunggu hingga tim penyelamat datang.

Lakukan Hal Ini untuk Berlindung dari Radiasi Bom Nuklir2

Tingkat perlindungan dari radiasi di beberapa bagian bangunan (Lawrence Livermore National Laboratory/FEMA)

Pemerintah AS menyarankan untuk bersembunyi di gedung terdekat. Namun tidak semua gedung menyediakan banyak shelter — tempat berlindung– dari fallout.

Shelter terbaik berupa ruang bawah tanah yang terbuat dari batu bata tebal atau beton dan minim jendela, layaknya shelter untuk bom.

Jika bersembunyi di ruang bawah tanah, Anda hanya terpapar 1/200 dari radiasi fallout. Sementara itu, jika Anda memilih berada di ruang keluarga berjendela kayu, maka radiasi akan terpangkas setengahnya.

Lalu apa jadinya jika tidak ada tempat yang aman di sekitar Anda?

Dalam studinya pada 2014, Sillon mengembangkan model untuk menentukan pilihan, untuk menetap atau pindah. Jawaban tersebut tergantung dari seberapa jauh Anda dari tempat ledakan, karena hal itu akan menetukan kapan fallout itu akan tiba.

Jika sesaat setelah ledakan Anda dengan segera berlindung di shelter berdinding tebal, tetap berada di sana hingga penyelamat datang.

Jika Anda belum berada di shelter yang aman, namun mengetahui bahwa Anda akan mencapai shelter tersebut dalam waktu lima menit, Sillon menyarankan agar kita bergegas dan diam di sana.

Namun jika membutuhkan waktu 15 untuk mencapai shelter berdinding tebal, akan lebih baik untuk berada di tempat berlindung seadanya. Satu jam kemudian, Anda bisa melanjutkan perjalanan. Hal tersebut dilakukan karena intensitas fallout telah mereda saat itu. | ferd

Kisah Nyata Orang yang Mati Karena Tertawa

Kisah Nyata Orang yang Mati Karena Tertawa

Cendekiawan Yunani Kuno Chrysippus diduga tewas gara-gara tertawa (Wikipedia)

Orang mengenal istilah ‘mati ketawa’ untuk hal-hal lucu yang bikin kita terpingkal-pingkal. Tentu saja analogi itu ironis, sebab tertawa adalah indikasi keriangan atau kebahagiaan.

Namun, nyatanya, manusia bisa saja mati sungguhan gara-gara tertawa. Meski peluangnya langka, kematian bisa terjadi ketika trauma otak menginduksi tawa patologis atau saat tertawa memicu hilangnya kesadaran atau sinkop (syncope).

Sinkop alias pingsan adalah kehilangan kesadaran yang terjadi secara mendadak dan dalam waktu yang singkat.

Sinkop yang dipicu tertawa (laughter-induced syncope) adalah terminologi medis. Kondisi itu juga dikenal sebagai ‘Seinfeld syncope’ setelah salah satu kasus yang dilaporkan terjadi ketika seorang pasien malang meninggal saat menonton episode kocak acara televisi populer Seinfeld.

Seperti dikutip dari The Vintage News, sepanjang sejarah, sejumlah orang diduga kuat meninggal dunia akibat tertawa — dari masa lalu maupun era modern.

Kasus mula-mula diduga terjadi pada Abad ke-5 Sebelum Masehi. Seorang pelukis Yunani bernama Zeuxis diduga tewas gara-gara hasil lukisannya yang menggambarkan Dewi Aphrodite sebagai wanita tua.

Orang-orang kala itu menganggap kematiannya sebagai hukuman para dewa.

Kisah Nyata Orang yang Mati Karena Tertawa2

Ilustrasi pemikiran filsuf Yunani Kuno Chrysippus (Wikipedia)

Tak sampai di situ, cendekiawan terkemuka Yunani Kuno juga konon meninggal gara-gara tertawa.

Chrysippus adalah seorang filsuf Stoic dengan minat khusus dalam logika dan etika.

Ia mengepalai sebuah institut filsafat Stoic dan terkenal karena produktivitasnya dalam membuat tulisan. Lebih dari 700 karya dihasilkan Chrysippus.

Sumber sejarah tentang kematian Chrysippus ditemukan di antara tulisan-tulisan Diogenes Laertius, seorang penulis biografi para filsuf Yunani.

Menurut Laertius, Chrysippus meninggal dunia pada usia 73 tahun selama Olympiad ke-143, yang berlangsung 208-204 SM

Kala itu ia dilaporkan melihat keledai memakan buah aranya dan berteriak, “Sekarang beri keledai ini minuman anggur murni untuk membasuh buah ara.”

Setelahnya, Chrysippus mulai tertawa terbahak-bahak. Ia tak berhenti terhelak selama beberapa menit.

Tak lama kemudian, tubuh sang filsuf mulai gemetar tak terkendali, dan busa mulai keluar dari mulutnya.

Aparat saat itu mengklaim, korban tewas akibat tertawa kebablasan — dan orang saat itu memercayainya.

Meski demikian, Diogenes Laertius berpikir sebaliknya. Dalam tulisannya soal kematian Chrysippus, ia menyebut, sang filsuf mungkin tewas akibat minum terlalu banyak anggur yang tak dicampur dengan air selama pesta olimpiade.

Ia menduga, kematian Chrysippus akibat keracunan alkohol akut. Bukan gara-gara tertawa. | ferd