Ini orang pertama bunuh diri disiarkan langsung televisi


 

 

Peristiwa gantung diri Pahinggar Indrawan, 36 tahun, yang dilakukan secara langsung di jejaring sosial Facebook membuat geger sebagian rakyat Indonesia. Tidak ada yang menyangka dia akan mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas semacam itu, padahal dia punya istri dan lima anak.

Video kejadian itu sempat menyebar viral di tengah masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran sebagian kalangan yang takut perbuatan itu menjadi contoh bagi orang lain.

Pahinggar Indrawan memang bukan orang pertama bunuh diri yang ditayangkan secara langsung di media sosial. Sejarah mencatat seorang perempuan Amerika Serikat pernah melakukannya pertama kali di televisi.

15 Juli 1974. Rakyat Amerika Serikat tak pernah menyangka di pagi itu mereka akan menyaksikan peristiwa bunuh diri pertama yang disiarkan langsung di televisi. Hari itu menjadi catatan kelam dalam sejarah pertelevisian di Amerika.

Ini orang pertama bunuh diri disiarkan langsung televisi

Seorang pembaca berita dalam siaran pagi stasiun televisi WXLT Channel 40 di Negara Bagian Florida, Christine Chubbuck, menatap kamera sambil mengatakan,

“Sesuai dengan kebijakan Channel 40 yang selalu ingin menghadirkan peristiwa penuh nyali dan berdarah dalam kehidupan nyata, Anda akan menyaksikan percobaan pertama bunuh diri.”

Chubbuck kemudian mengambil sebuah pistol Smith and Wesson kaliber 38 milimeter dari bawah mejanya dan menodongkannya ke kepala di belakang telinga kanannya lalu menarik pelatuknya. Adegan selanjutnya dia terjatuh ke depan, kepalanya menghantam meja dan akhirnya terbaring di lantai, seperti dikutip koran the Independent, Juni 2016.

Direktur teknis pada acara itu langsung memasang gambar keterangan telah terjadi gangguan teknis dan tampilan di televisi menjadi hitam.

Chubbuck kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sarosota Memorial dan 14 jam kemudian dinyatakan meninggal.

Ini orang pertama bunuh diri disiarkan langsung televisi2

christine chubbuck telegraph

Setelah diselidiki, Chubbuck diketahui pernah curhat kepada keluarganya bahwa dia mengalami depresi dan punya keinginan bunuh diri. Dia pernah mencoba bunuh diri dengan minum obat-obatan melebihi dosis pada 1970. Dia juga sempat menemui psikiater beberapa pekan sebelum peristiwa bunuh diri itu.

Di antara alasan lain yang diperkirakan menjadi pendorong dia bunuh diri adalah kehidupan asmaranya.

Ibu Chubbuck di kemudian hari mengatakan, “Penyebab dia bunuh diri karena kehidupan pribadinya tidak terpenuhi. Dia pernah mengeluhkan soal kehidupan pribadinya kepada rekan kerja. Dia mengatakan di usianya yang menjelang 30 tahun dia masih perawan dan hanya dua kali pernah berkencan dengan laki-laki.”

Menurut sebuah artikel di koran the Washington Post, Chubbuck pernah jatuh hati pada rekan kerjanya bernama George Peter Ryan. Namun Ryan tidak menanggapi cintanya karena dia sudah punya kekasih, yakni reporter olah raga Andrea Kirby. Cinta Chubbuck bertepuk sebelah tangan.

Kehidupannya yang kurang kasih sayang dari orang terdekat membuat dia tertekan.

Tiga pekan sebelum mengakhir hidupnya, dia pernah meminta izin kepada direktur pemberitaan untuk menyampaikan berita tentang bunuh diri. Permohonannya disetujui dan dia pergi ke kantor polisi untuk mewawancarai seorang polisi soal modus pelaku bunuh diri.

Sepekan sebelum dia bunuh diri, Chubbuck mengatakan kepada editor berita malam, Rob Smith, dia sudah membeli pistol dan bercanda akan bunuh diri dalam siaran langsung. Smith mengatakan dia tidak menanggapi gurauan Chubbuck itu dan hanya menduga hal itu sebagai bagian dari sisi humor gila rekan kerjanya. | ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s