Irman: Setya Novanto Pesan Kalau Diperiksa KPK Bilang Nggak Kenal


Irman Setya Novanto Pesan Kalau Diperiksa KPK Bilang Nggak Kenal

Jakarta – Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini mengaku pernah mendapatkan pesan dari Setya Novanto. Pesan itu, menurut Diah, disampaikan pada saat pelantikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada tahun 2013.

Diah mengatakan, saat itu Novanto memintanya menyampaikan pesan kepada Irman (mantan Dirjen Dukcapil/terdakwa kasus korupsi e-KTP). Isi pesannya, Novanto meminta Irman mengaku tidak mengenalnya apabila diperiksa KPK.

“Tolong sampaikan ke Pak Irman, kalau ditanya, bilang tidak kenal saya,” kata Diah menirukan ucapan Novanto dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Namun Diah tidak menyampaikan pesan itu secara langsung dengan alasan kesulitan bertemu dengan Irman. Malah Diah menyampaikan pesan itu kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, yang pada saat itu masih menjabat Kabiro Hukum Kemendagri.

Irman, yang duduk di kursi terdakwa, lalu menanggapi pernyataan Diah itu. Irman mengaku pada akhirnya mendapatkan pesan itu dari Zudan pada tahun 2014, berselang 1 tahun sejak pesan itu disampaikan Novanto kepada Diah.

“Pesan Pak Setya Novanto kepada saya melalui Bu Diah. Yang menyatakan pesan kepada saya pada malam hari, pasti mendesak, yang menyampaikan pesan (Zudan) bilang mendesak dan itu disampaikan kepada saya 2014. Bu Diah tadi sampaikan kalau pesan itu diterima pada 2013,” ujar Irman.

Menurut Irman, ada yang janggal pada kesaksian Diah. Kejanggalan itu disebutnya tentang tahun penyampaian pesan, yaitu pada 2013 dan penerimaan pesan yaitu 2014. Irman beranggapan, apabila alasannya mendesak, seharusnya Diah bisa memberi tahu Irman langsung atau telepon karena pada tahun 2013, Irman menjabat Dirjen Dukcapil dan Diah sebagai Sekjen Kemendagri.

“Penyampai pesan (Zudan) bilang kalau Bu Diah dipesankan sama Pak Setya Novanto, kalau Pak Irman diperiksa KPK, sampaikan bahwa Pak Irman tidak kenal dengan Pak Setya Novanto. Nah, ada yang janggal itu, pesan katanya kemarin mendesak, artinya itu baru juga disampaikan. Tapi dari pengakuan Bu Diah tadi itu 2013. Kalau 2013, itu Bu Diah bisa telepon saya, Bu Diah masih sekjen saat itu,” kata Irman.

Kemudian majelis hakim mengonfirmasi hal itu kepada Diah, yang mengaku tidak tahu kapan pesan itu disampaikan Zudan kepada Irman. Diah hanya mengoreksi Irman tentang isi pesan yang disampaikan Novanto kepadanya.

“Soal waktu penyampaian, saya tidak tahu kapan disampaikan oleh Prof Zudan kepada Pak Irman. Dan kemudian ada tambahan sedikit, Yang Mulia, itu tadi Pak Irman bilang, kalau diperiksa KPK bilang tidak kenal, itu tidak benar. Pesannya cuma bilang, kalau ditanya, tidak kenal,” kata Diah.

Novanto beberapa kali membantah keterkaitannya dalam kasus itu. Dia menegaskan tidak menerima dana apa pun dan mengaku telah mengklarifikasi semua hal saat diperiksa KPK.

“Mudah-mudahan saya tidak menerima dana apa pun dari e-KTP. Semuanya sudah saya serahkan dalam penyidikan dalam KPK dan sudah saya klarifikasi,” ujar Novanto, Rabu (8/3). | ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s