KKP: Butuh 40 Tahun Pulihkan Terumbu Karang Raja Ampat


KKP Butuh 40 Tahun Pulihkan Terumbu Karang Raja Ampat

Hancurnya terumbu karang karena ditabrak kapal Inggris bukan hanya merusak lingkungan, tapi potensi perikanan dan pariwisata hilang dalam jangka waktu lama. (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)

Jakarta — Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, butuh puluhan tahun untuk memulihkan terumbu karang yang rusak di kawasan Raja Ampat, Papua Barat.

Dia menilai hancurnya terumbu karang bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menghilangkan potensi perikanan dan pariwisata dalam jangka waktu yang lama.

“Recovery terumbu karang bisa sampai 40 tahun, apalagi ini jenis terumbu karangnya berbeda-beda,” kata Brahmantya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (15/3).

Kawasan Raja Ampat merupakan kawasan pariwisata dan konservasi perikanan. Namun dengan rusaknya terumbu karang, kata Brahmantya, maka ekosistem perikanannya pun ikut rusak.

“Saat ini yang kita ketahui saja rusaknya sudah mencapai 1600 meter persegi, ini juga masih diteliti luas kerusakan, di terumbu karang banyak ikan hidup di sana, kalau rusak ikan juga ikut rusak,” kata dia.
Pihaknya akan mengidentifikasi seberapa parah kerusakan terumbu karang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat. Brahmantya memastikan jika ada kerusakan ekosistem yang parah akibat kejadian ini maka pihaknya akan segera menyiapkan gugatan setelah menghitung jumlah valuasi kerugian.

“Kami akan terus identifikasi, kalau perlu kami ambil jalur hukum, karena banyak perundang-undangan yang memang diduga telah dilanggar,” kata dia.

KKP Butuh 40 Tahun Pulihkan Terumbu Karang Raja Ampat2

Terumbu Karang Raja Ampat Dirusak Kapal Inggris, Pemerintah Siap Gugat Ganti Rugi. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)

Adapun pelanggaran yang diduga terjadi dalam insiden kerusakan terumbu karang ini yaitu, Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup seperti yang tertera dalam pasal 40 ayat 3 terkait perbaharuan lingkungan.

Jerat hukum lainnya yaitu UU No 3/2014 jo. UU No 45/2009 tentang perikanan seperti tercantum dalam pasal 7 ayat 2 huruf k tentang pengelola perikanan wajib mematuhi peraturan tata kelola lingkungan, peraturan KKPD selat Dampier terkait Kepmen KP Nomor 36/KEPMEN -KP/2014 tentang penetapan kawasan konservasi perairan kepulauan Raja Ampat dan Zona pemanfaatan terbatas.

Pelanggaran lain terkait Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang.

Insiden rusaknya salah satu terumbu karang utama di Raja Ampat ini terjadi setelah sebuah kapal pesiar berbendera negara persemakmuran Inggris, Bahama, menabrak terumbu karang di perairan Papua Barat. Kapal bernama Caledonian Sky ini memiliki panjang 90 meter.

Kapal milik operator wisata Caledonian Noble itu menabrak karang setelah melakukan perjalanan wisata di Pulau Waigeo pada 4 Maret lalu.

Kapal berbobot 4.290 ton itu membawa 102 penumpang dan 79 awak pada perjalanan selama 16 malam dari Papua Nugini ke Filipina. Kapal itu diduga merusak sekitar 1.600 meter persegi karang di lokasi menyelam yang dikenal sebagai Crossover Reef.

Insiden itu mengakibatkan kehancuran habitat struktural ekosistem dan pengurangan atau hilangnya keragaman delapan spesies karang, termasuk Acropora, Porites, Montipora, dan Stylophora. | ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s