Jejak karier Presiden Korsel Park Geun-hye hingga dimakzulkan


jejak-karier-presiden-korsel-park-geun-hye-hingga-dimakzulkan

Korea Selatan tengah terguncang. Keputusan Mahkamah Konstitusi untuk memakzulkan Presiden Park Geun-hye dalam empat tahun masa kepemimpinannya menyebabkan polemik yang cukup pelik dalam sejarah pemerintahan Korsel.

Aksi unjuk rasa pecah, hingga bahkan menyebabkan dua orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan demonstran. Ribuan pendemo yang turun ke jalan merupakan pendukung Geun-hye yang tidak rela pemimpinnya tersebut diberhentikan dari jabatan secara paksa.

Pemberhentian presiden perempuan pertama Korsel itu dilakukan lantaran dirinya membocorkan dokumen rahasia negara kepada sahabat dekatnya, Choi Soon-il. Soon-il yang tidak memiliki andil di pemerintahan itu menggunakan rahasia di tangannya untuk memeras dan menekan para pebisnis agar mendonasikan uang ke yayasan yang dia miliki.

Rupanya, sejarah kepemimpinan Geun-hye di Korsel sudah dimulai jauh sebelum dia diangkat menjadi presiden. Wanita 65 tahun tersebut diketahui sudah memiliki peranan di Gedung Biru, yang merupakan kantor pemerintahan Korsel, sejak dirinya masih 10 tahun.

Saat itu, ayah Geun-hye, Park Chung-hee, merupakan presiden ketiga Korsel yang berhasil merebut kekuasaan dalam masa kudeta militer pada 1961 silam. Dengan memanfaatkan kekuasaannya, Chung-hee menulis ulang aturan konstitusi dan menindak tegas para oposisi atau siapapun yang berbeda pendapat dengannya. Saat itu, Chung-hee disebut-sebut sebagai diktator-nya Korsel.

Pada 1974 silam, ibu Geun-hye terbunuh oleh seorang agen Korea Utara, Mun Se-gwang, dalam upaya pembunuhan ayahnya. Beberapa tahun setelahnya, Geun-hye menggantikan posisi ibunya sebagai Ibu Negara. Geun-hye kerap kali mendampingi sang ayah dalam beberapa kesempatan. Itulah saat-saat Geun-hye belajar tentang kepemimpinan.

“Dengan kematian ibu saya yang begitu tiba-tiba, tanggung jawab besar dan tugas sebagai Ibu Negara otomatis berpindah kepada saya. Itu jelas-jelas merupakan tugas yang tidak mudah,” kata Geun-hye 2014 lalu, seperti dilansir dari laman CNN, Jumat (10/3).

Lima tahun usai kematian sang ibu, Geun-hye pun harus menerima menerima kenyataan saat ayahnya dibunuh oleh pasukan keamanannya sendiri. Kemudian, Geun-hye menarik diri dari publik dan menjalani hidup sebagai rakyat biasa.

Pada akhir 1990-an, Geun-hye dibujuk untuk kembali ke dunia politik saat terjadi krisis ekonomi di seantero asia. Meski didukung oleh silsilah kepemimpinan, perjalanan Geun-hye di dunia politik jauh dari kata mudah. Dia bahkan pernah diserang saat berkampanye untuk ikut pemilu. Namun berkat kegigihannya, Geun-hye berhasil kembali ke Gedung Biru pada 2013 dan memimpin Negeri Gingseng.

Namun rupanya, karir Geun-hye di dunia politik harus berhenti di awal tahun 2017. Selain memakzulkannya, Mahkamah Konstitusi juga mendakwa Geun-hye dengan beberapa tuduhan, salah satunya adalah tindak pidana korupsi.

Saat masih menjadi presiden, Geun-hye bisa saja kebal atas segala tuduhan kriminal yang ditujukan kepadanya. Namun usai dipecat, hanya tinggal menunggu waktu bagi Geun-hye untuk menempati salah satu sel penjara, jika dirinya benar terbukti bersalah.  | ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s