Hari Perempuan Internasional 2017, Momen Wujudkan Pendidikan Berkeadilan


Hari Perempuan Internasional 2017, Momen Wujudkan Pendidikan Berkeadilan

JAKARTA – Sebanyak 200 perempuan dari 9 organisasi perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Cinta Pendidikan menyelenggarakan kegiatan bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu 8 Maret 2017. Acara itu digelar untuk memperingati Hari Perempuan Internasional 2017.

Para pembicara utama sekaligus pembuka acara itu adalah Harris Iskandar, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kemdikbud. Hadir pula jajaran direktur yang memaparkan kebijakan dan program-program Kemendikbud.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi perempuan terutama pendidikan usia dini dan pendidikan keluarga.

Hetifah Sjaifudian, selaku ketua Gerakan Perempuan Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Ormas MKGR) sebagai inisiator gerakan ini, menjelaskan bahwa saat ini kualitas pendidikan khususnya untuk anak usia dini dan pendidikan keluarga masih belum merata dan tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan.

“Mereka yang miskin, kaum marjinal, mereka yang hidup di daerah terpencil, pedalaman, dan perbatasan masih banyak yang belum bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan berkualitas,” kata Hetifah yang berasal dari Bandung ini.

Selain itu, kami menyadari pendidikan adalah alat perubahan yang paling tepat dan strategis, menuju perbaikan nasib suatu kaum, untuk mencapai kesetaraan gender, dan untuk mewujudkan hak-hak perempuan, anak, dan remaja.

“Ke depan kami siap untuk bermitra dengan pemerintah dan organisasi lain dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan,” tambah Hetifah yang kini duduk di Komisi 2 DPR RI itu.

Christina Aryani, selaku ketua penyelenggara menambahkan bahwa kegiatan kali ini bukan diskusi saja, tapi juga membuat pernyataan sikap sebagai bentuk nyata dari kegiatan. Pernyataan sikap yang berisi tiga poin itu berisi:

  1. Komitmen untuk menjadikan perempuan miskin dan kaum marjinal bisa mengenyam pendidikan.
  2. Kaum perempuan dapat memperoleh pendidikan luar sekolah sepanjang hayatnya.
  3. Anak-anak perempuan dan remaja perempuan bisa mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensinya dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi.

| ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s