Terancam hukuman mati, Siti Aisyah enggan ditemui keluarga


Terancam hukuman mati, Siti Aisyah enggan ditemui keluarga

Tersangka pembunuh warga Korea Utara asal Indonesia, Siti Aisyah enggan menemui keluarganya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan hal tersebut saat ditemui dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat.

Pria kerap disapa Tata itu menjelaskan, Siti Aisyah hanya meminta doa dari keluarganya saja.

“Saat diberi akses kekonsuleran minggu lalu, pihak kemenlu menyatakan akan memfasilitasi keluarga Siti untuk bertemu dengannya. Namun dia menolaknya. Dia hanya minta didoakan saja oleh orangtua dan keluarganya dan menyarankan agar keluarganya fokus pada kesehatan saja,” ujar Tata, Kamis.

Usai digelar sidang perdana, kini Siti resmi dipindahkan dari rumah tahanan di Cyberjaya, Kuala Lumpur, ke penjara khusus wanita Kajang di Selangor. Sidang kedua akan digelar pada 13 April mendatang di pengadilan yang sama.

Tata menegaskan, saat ini proses hukum Aisyah masih berjalan, karenanya dia meminta agar publik tidak langsung memberikan spekulasi.

“Ke depannya kami berharap proses persidangan berjalan adil. Tetapi selama proses masih berlangsung, kita harus menegakkan prinsip asas tak bersalah dan tidak boleh ada public judgement kepada yang bersangkutan sebelum semuanya benar-benar terbukti,” serunya.

Siti-Aisyah

Siti Aisyah merupakan warga negara Indonesia yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Aisyah mengaku tidak tahu kalau dia dijebak untuk membunuh seseorang.

Kepada otoritas Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur, Aisyah mengatakan diberikan uang sebesar RM 400 (setara Rp 1,2 juta) dan baby oil. Dia disuruh mengerjai seseorang untuk sebuah acara televisi.

Kemarin, sidang perdana Siti Aisyah digelar. Dalam pembacaan tuntutan, dia dijerat dengan pasal delik pembunuhan (302) KUHP, dengan ancaman hukuman gantung.

Siti Aisyah Titip Pesan untuk Ibunya

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pengadilan Malaysia telah resmi mendakwa Siti Aisyah dan Doan Thi Huong asal Vietnam terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dalam sebuah persidangan di Kuala Lumpur, Rabu (1/2/2017) kemarin, keduanya didakwa melanggar Pasal 302 mengenai pembunuhan berencana.

Jika keduanya terbukti melakukan pembunuhan di bandara internasional Kuala Lumpur itu, maka Siti dan Huong terancam hukuman mati.

Terancam Hukuman Mati, Siti Aisyah Titip Pesan untuk Ibunya

“Memang kemarin sudah ada sidang pertama. Dia (Siti Aisyah) didakwa oleh jaksa menggunakan Pasal 302 tentang pembunuhan berencana,” ujar Arrmanatha saat memberikan keterangan pers di ruang Palapa, kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Arrmanatha menuturkan, saat pertemuan kekonsuleran minggu lalu, Siti sempat menitipkan pesan untuk keluarganya kepada pihak Kedutaan Besar RI dan pengacaranya.

Melalui pesan itu, Siti meminta pihak keluarga mendoakan dia. Selain itu Siti juga meminta agar ibunya tidak perlu datang ke Malaysia untuk menjenguk.

“Saat pertemuan kekonsuleran minggu lalu, Siti titip pesan meminta kepada keluarga untuk didoakan dia juga meminta ibunya untuk sementara fokus pada kesehatan dan tidak perlu mengunjungi Siti di Malaysia,” kata Arrmanatha.

Saat ini, pihak KBRI masih terus melakukan pendampingan hukum terhadap Siti.

Dalam persidangan yang berlansung tidak terlalu lama itu, kata Arrmanatha, pengacara Siti menyampaikan permintaan kepada hakim agar pihak otoritas Malaysia tidak menyampaikan detail dari hasil investigasi kepada publik.

Dengan demikian proses pembelaan selama persidangan tidak akan terganggu.

Setelah menjalani persidangan kemarin, Siti dipindahkan ke ruang penahanan khusus perempuan di Sepang.

“Tentu ke depannya Indonesia berharap proses persidangan berjalan adil dan selama proses persidangan harus menekankan asas praduga tidak bersalah sehingga tidak ada penghakiman oleh publik,” ucap Arrmanatha.

Siti Aishah merupakan satu dari tiga orang yang ditahan oleh polisi Malaysia dalam penyidikan kasus pembunuhan Kim Jong Nam.

Kim Jong Nam meninggal di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Berdasarkan rekaman kamera CCTV terlihat, Jong Nam sebelumnya dicegat dua perempuan.

Berbagai media lalu berspekulasi, Jong Nam dibunuh atas perintah Jong Un karena sering melontarkan kritik kepada rezim Korea Utatra.

Namun, kaitan perempuan Indonesia asal Serang dengan Pemerintah Korea Utara hingga saat ini masih menjadi teka-teki. | ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s