Begini Mekanisme Jika Pilgub DKI Dua Putaran


Print

Jakarta – Hasil quick count dari 3 lembaga survei pada Pilgub DKI Jakarta 2017 hampir tuntas. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sementara tertinggi, disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Namun, perolehan suara keduanya belum ada yang mencapai angka hingga 50 persen. Padahal syarat agar Cagub Cawagub DKI lolos satu putaran, salah satu pasangan harus memperoleh minimal 50 persen suara. Keduanya pun akan bertarung kembali dalam Pilgub putaran kedua.

Pada Pukul 17.00 WIB, hasil ketiga Pasangan Calon (Paslon) di 3 lembaga survei yakni:

Lingkaran Survei Indonesia

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni: 16,9%
2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 43,0%
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 40,2%
data masuk: 95,71%

SMRC

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni: 16,9%
2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 42,9%
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 40,2%
data masuk: 91,2%

Polmark Indonesia

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni: 18,4%
2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 41,0%
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 40,8%
data masuk: 91,25%

Lalu, bagaimana mekanismenya jika keduanya lolos putaran kedua?

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 36 ayat disebut jika tidak ada Pasangan Calon (Paslon) yang memperoleh data lebih dari 50 persen, maka diadakan putaran kedua.

Pada putaran kedua, diikuti oleh Paslon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Pasal 36

(1) Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

(2) Dalam hal tidak terdapat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen), diadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Kemudian, untuk tahapan penyelenggaraan putaran kedua, ada 4 tahapan yang akan dijalani oleh Paslon.

(3) Tahapan pemilihan putaran kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup

a. Pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan pemilihan

b. Kampanye dalam bentuk penajaman visi, misi dan program pasangan calon.

c. Pemungutan dan penghitungan suara

d. Rekapitulasi hasil perolehan suara

Dalam hal Pilgub DKI Jakarta berlangsung dua putaran, begini tahapan selanjutnya yang dikutip detikcom dari jadwal KPU DKI Jakarta:

1. Penetapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 4 Maret 2017

2. Rekapitulasi daftar pemilih 5 Maret-19 April 2017

3. Sosialisasi 4 Maret-15 April 2017

4. Masa tenang dan pembersihan alat peraga 16 April-18 April 2017

5. Pemungutan dan penghitungan suara 19 April 2017

6. Rekapitulasi suara 20 April sampai 1 Mei 2017

7. Penetapan Pasangan Calon tanpa sengketa 5 Mei sampai 6 Mei 2017

8. Sengketa hasil (mengikuti jadwal MK)

9. Penetapan paslon terpilih pasca putusan MK (paling lama 3 hari setelah putusan MK).

| ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s