Tren Busana 70-an Bakal Jadi Kiblat Fesyen 2017, Seperti Apa Uniknya?


0-tren-busana-70-an-bakal-jadi-kiblat-fesyen-2017-seperti-apa-uniknya

Ada banyak eksplorasi mulai dari bahan maupun detail. Potongan-potongan gaya klasik kembali muncul dan ditambahkan dengan kreasi modern.

Dunia fesyen Indonesia sejak tahun 1980 mulai banyak menyoroti busana muslim. Terlebih di lima tahu terakhir ini makin banyak desainer yang aktif berkreasi memadu-padankan busana muslim yang sopan, syar’i dan tetap trendi.

Setiap tahunnya, dunia fesyen selalu punya gaya tersendiri dengan kiblat yang berbeda-beda. Untuk tahun 2017 ini, menurut pengamatan penata gaya Adi Suranata, tren busana yang akan terjadi kiblatnya adalah tren fesyen tahun 1970-an.

“Ada banyak eksplorasi mulai dari bahan maupun detail. Potongan-potongan gaya klasik kembali muncul dan ditambahkan dengan kreasi modern,” ungkap Adi seperti ditulis  VIVA.co.id.

Hal ini juga diamini oleh beberapa pengamat mode dan desainer seperti Sonny Muchlison. Menurutnya, model gaya berpakaian baik pria maupun wanita tahun ini akan dipengaruhi oleh tren busana tahun 1970-an karena era itu menjadi penanda awal mula gaya yang sifatnya individual dan lebih ekspresif.

1970

Sedikit mengingat ke belakang, fesyen di Indonesia mulai berkembang pesat pada tahun 1960-an dengan ditandai oleh kehadiran Non Kawilarang dan Peter Sie.

Kala itu, para seniman busana Indonesia mulai menyadari adanya potensi-potensi menarik dari warisan kain-kain budaya Indonesia untuk dijadikan busana kekinian yang mengikuti tren barat.

Lalu pada tahun 1970-an mulai banyak bermunculan desainer busana seperti Iwan Tirta, Harry Dharsono, Prajudi, Poppy Dharsono, dan Ramli dan kehadiran mereka menandai makin majunya tren busana Indonesia lantaran mereka sudah tampil di kancah fesyen internasional.

Tahun 70-an kala itu tren fesyen ala barat sangat besar pegaruhnya terhadap desain-desain busana dunia, tak terkecuali Indonesia. Di era ini, warna busana baik baju dan celana memiliki corak yang cerah dengan motif floral.

Waktu itu model busana yang paling mencolok adalah celana dengan potongan bootcut yang lebar di hemline, identik dengan gaya hippies dengan baju dan celana yang berukuran oversized.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, tren busana tahun 1970-an memang lebih ekspresif daripada tahun-tahun sebelumnya. Dengan ciri khas yang amat simpel dan klasik ini, menurut desainer busana muslim Ria Miranda menjadi hal yang cocok untuk diadaptasi dalam tren busana tahun ini, terutama busana muslim.

“2017 tren busana muslim akan lebih banyak main pattern, digital print scarf akan marak, tunik. Gaya ’70-an kembali hits seperti bell bottom jeans atau ruffle bohemian top,” jelas Ria seperti ditulis Wolipop.

Tren busana tahun 70-an amat ekspresif dengan menampilkan banyak pattern di setiap kain busana

Melihat trennya kembali ke masa lampau, wanita yang memulai bisnis fashion sejak 2009 itu pun mengeluarkan koleksi Spring/Summer 2017 yang mengadaptasi gaya di era 1970-an. Ia mengeluarkan rangkaian busana yang clean cut, vintage, dan tetap memiliki sentuhan feminin menggunakan palet pastel sesuai DNA rancangannya.

Selain itu, Adi Suranata punya pandangan bahwa tahun ini tren potongan legan panjang dan gaun dengan detail drapery berpita akan menghiasi model busana. Untuk bawahan trennya juga akan mengikuti tren tahun 70-an dengan potongan midi semata kaki dan model cutbray.

Adi juga memprediksi warna seperti kuning lemon, merah berani, dan juga warna nude, akan mendominasi tren 2017.Terkait motif, menurut Adi, desainer akan lebih menonjolkan motif yang lebih berseni.

“Kemungkinan akan banyak motif-motif abstrak yang artsy dan juga floral karena sebentar lagi akan masuk musim panas,” ujarnya. | ferd

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s