Suku Dayak, Suku Asli Kalimantan


Suku Dayak merupakan Suku Asli Kalimantan yang hidup berkelompok. Mereka tinggal di pedalaman, di gunung, dan sebagainya. Kata Dayak sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimanatan.

Semboyan orang Dayak adalah Menteng Ueh Mamut yang berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani dan tidak kenal menyerah atau pantang mundur.

suku-dayak-suku-asli-kalimantan

Suku Dayak Kanayatn menyebut Tuhan dengan istilah Jubata. Jubata inilah yang dikatakan menurunkan adat kepada nenek moyang Dayak Kanayatn yang berlokasi di bukit.

Dalam mengungkapkan kepercayaan kepada Jubata, mereka memiliki tempat ibadah yang disebut panyugu atau padagi. Selain itu diperlukan juga seorang imam panyangahatn yang menjadi seorang penghubung antara manusia dengan Tuhan.

Suku Dayak yang memeluk agama Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin. Salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum).

Suku Dayak juga memiliki kesenian yang terkenal yakni tari Perang (Kancet Papatai). Tarian ini menceritakan seorang pahlawan Dayak Kenyah yang berperang melawan musuhnya.

Gerakan Tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. Dalam tarian Perang, penari mempergunakan pakaian tradisional yang dilengkapi dengan peralatan perang seperti Mandau, Perisai, dan baju perang. Tarian ini diiringi lagu Sak Paku yang hanya menggunakan alat musik sampe.

Tarian Suku Dayak lainnya adalah tari Hudoq yang merupakan tarian suku Dayak Bahau dan Dayak Modang yang biasa dilakukan setiap selesai menanam padi, pada bulan September – Oktober.

Semua gerakannya, konon dipercaya turun dari kayangan. Penarinya berjumlah 13 orang yang melambangkan 13 dewa pelindung Dewa Hunyang Tenangan, dewa yang memelihara tanaman padi. | ferd©

Sumber: Turangan, Lily, Willyanto, dan Reza Fadhila. 2015. Seni Budaya & Warisan Indonesia. (7) Manusia & Lingkungan Budaya. Jakarta: Aku Bisa

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s