Bayi Raksasa Lahir di Palembang


bayi-raksasa-lahir-di-palembang

PADA umumnya bayi yang baru dilahirkan memiliki berat badan sekitar 2,5 kilogram. Namun di Palembang, ada seorang bayi yang dilahirkan dengan berat badan diatas normal yakni 5,1 kilogram. Bayi tersebut lahir dari pasangan Fitrianti Anggraini,31, dan Hafidz Asat,33, yang bernama Muhammad Afzam Ghifari El Hafidz Fitri.

Bayi ini dilahirkan di RSAB Az Zahra Palembang pada 2 Februari 2017. Diakui Fitri, bayi dengan bobot diatas normal itu merupakan putra ketiga. Sementara putra pertama yakni Muhammad Ghaisan Arfa El Hafidz pada saat lahir memiliki berat badan 4,4 kilogram dan putri kedua yakni Anindita Siakilla El Hafidz memiliki bobot 4,1 kilogram.

“Ketiga anak saya ini memang lahir dengan bobot di atas normal. Sama seperti saya dan tiga saudara saya yang juga saat lahir memiliki bobot di atas 4 kilogram. Ini sudah keturunan, tapi saya tidak menyangka anak ketiga saya bobotnya jauh di atas itu,” ujar Fitri.

Diakuinya, terakhir kontrol di rumah sakit yakni pada minggu lalu, diprediksi bayi saya lahir dengan bobot 3,5 kilogram. Namun beberapa waktu terakhir bobotnya malah naik menjadi seperti saat ini.

Fitri menjelaskan akibat bobot yang di atas normal itulah yang mengharuskannya melahirkan secara cesar. Sama seperti melahirkan dua anaknya yang lain. Perempuan yang keseharian bekerja sebagai apoteker di RSUD Sekayu, Musi Banyuasin, itu menerangkan, saat mengandung dirinya sudah merasakan berat pada kehamilannya.

“Dokter menyarankan melahirkan pada minggu lalu. Namun saya ingin menyamai anak saya dengan dua saudara lainnya yang sama-sama lahir pada tanggal 2,” jelasnya.

Fitri mengaku bobot bayinya jauh dari bayi pada umumnya juga didasari karena dirinya mengidap diabetes (DM) sehingga ia pun rutin kontrol. Kontrol bukan hanya baginya, begitupun dengan ketiga putra nya.

“Saya memang DM. Saya rajin kontrol ke dokter. Semaksimal mungkin saya memberikan ASI ekslusif pada bayi saya, agar kesehatannya diutamakan,” ungkap dia.

Sementara itu, dr HM Zailani SPOG yang mengurus kelahiran mengatakan kelahiran bayi di atas 2,5 kilogram di Indonesia masuk dalam kategori jarang ditemukan. Apalagi apabila bayi memiliki bobot 5,1 kilogram.

“Indonesia itu rata-rata masuk dalam ras mongoloid. Artinya jika ada bayi lahir dengan berat badan di atas 2,5 kilogram, maka bayi tersebut perlu penanganan dan pemeriksaan khusus,” jelasnya.

Diakui Zailani, selain faktor ras, ada faktor lain juga yang mempengaruhi bobot bayi yakni kesehatan orang tua dan unsur karbohidrat dalam tubuh ibu dan bayi.

“Jika bayi berukuran tidak normal, maka berkemungkinan ibu bayi memiliki kencing manis. Dan benar, ibu Fitri memiliki penyakit ini. Namun memang ibu Fitri rajin kontrol dan lakukan pemeriksaan,” beber dia.

Ke depan, pihaknya akan melakukan program 1.000 hari pertama. Hal itu dilakukan agar dapat mengontrol kesehatan dan melihat perkembangan bayi dan ibu.| ferd©

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s