UNBK Tahun Ini Diikuti 28 Ribu Sekolah, 38 Persen Terpaksa Menumpang


unbk-tahun-ini-diikuti-28-ribu-sekolah-38-persen-terpaksa-menumpang

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini akan diikuti 28.380 sekolah yang tersebar di 34 provinsi se-Indonesia. Namun sayangnya, ada 34,88 persen sekolah harus menumpang di sekolah lain karena tak punya komputer.

“Kami sangat menghargai sekolah yang ingin maju dan berintegritas, meski harus menumpang ke sekolah lain,” kata Kepala Pusat Penilaian (Kapuspendik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam di sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Kemdikbud, Sawangan, Depok, Kamis (26/1).

Nizam menjelaskan, sekolah yang boleh ditumpangi atau menjadi sekolah induk harus berjarak paling jauh 5 kilometer dari sekolah asal untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan 3 kilometer untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

“Jika jaraknya lebih dari itu, maka sekolah tersebut lebih baik ikut UN berbasis kertas saja,” tuturnya.

Nizam menjelaskan, baru satu provinsi yang menyatakan siap menggelar UNBK 100 persen, yaitu DI Yogyakarta. Sedangkan provinsi yang 0 persen adalah Papua dan Papua Barat. Alasannya karena listrik di wilayah tersebut sering mati.

“Untuk provinsi lain angkanya sangat beragam. Tertinggi DKI Jakarta yaitu 97 persen, Bangka Belitung 66 persen, Jawa Tengah 48,2 persen, dan Jawa Timur 44,4 persen. Sementara provinsi diluar itu di bawah 40 persen,” ucapnya.

Perincian 28.380 sekolah itu, disebutkan, terbanyak pada jenjang SMP sebanyak 10.466 sekolah, disusul sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 9.351 sekolah dan jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 8.563 sekolah. Nizam mengemukakan, sejumlah kelebihan UNBK diantaranta lebih efisien dan hasilnya lebih bisa dipercaya atau lebih jujur. Dengan UNBK korelasi antara nilai raport siswa dengan UN tidak berbeda terlalu jauh.

“Berbeda jika UN dilakukan secara konvensional dimana nilai raport dengan UN perbedaannya terlalu menyolok. Kecurangan juga bisa ditekan seminim mungkin karena siklus distribusi soal terputus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DI Yogyakarta, Kadarmanto Baskara Aji menuturkan, sekolah dan orang tua sangat mendukung pelaksanaan UNBK. Bahkan tak sedikit orangtua yang bersedia anaknya membawa laptop sendiri. “Sekolah yang belum punya fasilitas komputer akan menumpang ke sekolah lain. Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 10 persen untuk SMK, SMA 15 persen dan SMP 50 persen,” ujar Kadarmanto menegaskan. | ferd©

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s