Bank Jatim Buy Back Saham


bank-jatim-buy-back-saham

Rapat Umum Pemegang Saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) menyetujui rencana pembelian kembali (buy back) saham mereka. Kebijakan dalam rangka pelaksanaan Long Term Incentive itu diharapkan bisa mendorong semangat kerja para pengurus Bank Jatim.

Menurut Dirut Bank Jatim R Soeroso, dana untuk buy back saham itu diambilkan dari insentif para direksi, pejabat dan seluruh pengurus perbankan milik Pemprov Jatim tersebut.

“Dari dana insentif itu, sebagian diberikan dalam bentuk saham dan sisanya tunai,” ujarnya di sela RUPS di Surabaya, Selasa (31/1).

Mereka berharap, kepemilikan saham itu nantinya akan ikut mendorong para pengurus Bank berkode emiten BJTM itu, untuk ikut memajukan perusahaannya.

“Mereka akan bekerja lebih sungguh-sungguh karena merasa ada unsur kepemilikan di situ,” jelasnya.

Kebijakan itu awalnya akan diterapkan mulai awal 2018. Tapi mereka akhirnya memutuskan untuk memajukan program tersebut untuk menunjukkan bukti keseriusan memajukan Bank Jatim.

Pada bagian lain, pihaknya berencana akan lebih fokus membiayai proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Jawa Timur. Dana berbunga rendah itu disediakan untuk memajukan pertumbuhan infrastruktur di provinsi ini.

Sejumlah proyek yang akab mereka biayai diantaranya pembangunan rumah sakit, proyek pelabuhan di Probolinggo hingga jalan tol rute Krian (Sidoarjo) – Bunder (Gresik). Mereka juga mengincar proyek-proyek pembangunan di perguruan tinggi.

Sementara, kondisi perekonomian global yang tidak stabil selama 2016 diklaim tidak banyak mempengaruhi kinerja Bank Jatim. “Bahkan performa keuangan kami justru semakin bagus dibanding periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2016, dia menyebut laba sebelum pajak yang tumbuh 15,13% menjadi Rp 1,45 triliun. Sedangkan laba setelah pajak tumbuh 16,25% menjadi Rp 1,03 triliun.

Dari sektor dana pihak ketiga dan pembiayaan, dia menyebut sektor tabungan tumbuh 12,61% sebesar Rp 14,36 triliun dan kredit konsumsi tumbuh 8,89% sebesar Rp 19,80 triliun. “Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jatim yang terus meningkat,” katanya menegaskan. | ferd©

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s