Negara-negara yang Akan Gunakan Jet Tempur Golden Eagle T-50


Negara-negara yang Akan Gunakan Jet Tempur Golden Eagle T-50

Jet tempur Golden Eagle T-50 milik TNI jatuh di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta pada Minggu (20/12). Sebelum insiden ini terjadi, berbagai varian jet tempur ini rencananya akan digunakan untuk keperluan latihan militer di sejumlah negara.

Pesawat  Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin. Ini adalah pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang bisa mencapai kecepatan supersonic.

Pertama kali dirakit untuk keperluan militer Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF), jet tempur T-50 Golden Eagle merupakan pengembangan dari jet tempur KTX-2, pesawat serang yang ringan dan kerap digunakan dalam latihan militer, yang dirilis sekitar tahun 1992.

Spesifikasi pesawat kemudian disesuaikan dengan keperluan akrobatik dalam latihan tempur dan dikembangkan menjadi beberapa varian, yaitu TA-50, T-50B, dan FA-50. Jet T-50B kerap menjadi pesawat serang yang memimpin latihan tempur Korsel.

Jet tempur T-50 dirancang untuk memberikan pelatihan bagi calon pilot dan penerbang militer pemula, sebelum mereka dapat menerbangkan jet tempur yang lebih canggih, seperti pesawat F-16, F-22 dan F-35 yang sering digunakan dalam latihan militer bersama.

Pesawat ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak 1990, namun baru mulai diproduksi masal oleh Korea Selatan pada 2003. Dua tahun kemudian pesawat baru bisa dikirimkan ke negara-negara pemesan.

Tak hanya Indonesia, Angkatan Udara Filipina juga akan menggunakan jet tempur tipe ini untuk latian tempur. Pada akhir Maret 2014, Departemen Pertahanan Nasional Filipina mengumumkan pembelian 12 jet serang ringan varian dari TA-50, yakni FA-50 senilai US$421 juta, atau sekitar Rp5,8 triliun.

Pengiriman pesawat ke Filipina dijadwalkan akan dilakukan pada Desember 2015 dan berakhir pada 2017. Filipina juga dikabarkan akan menambah sekitar 12 jet tempur tipe FA-50, namun belum ada rincian informasi soal hal ini.

Irak juga telah bernegosiasi untuk mengakuisisi jet tempur T-50 untuk latihan militer. Pertama kali ketika menyatakan minatnya pada KTT Korea-Irak di Seoul pada 24 Februari 2009, Irak menandatangani kontrak akuisisi 24 jet tempur varian T-50IQ pada Desember 2013. Akuisisi ini dilengkapi dengan pembeluan peralatan tempur dan pelatihan pilot selama 20 tahun.

Pengiriman pertama jet tempur T-50IQ ke Irak akan dimulai pada April 2016 dan dijadwalkan kelar selama 12 bulan selanjutnya.

Thailand juga akan menggunakan jet tempur varian T-50 yang akan digunakan untuk menggantikan pesawat L-39 Albatros yang telah menua. Pembelian jet tempur ini diumumkan pada Septermber 2015 ketika Thailand lebih memilih membeli jet buatan Korsel ini ketimbang jet tempur buatan China, Hongdu L-15. Pengiriman jet tempur T-50 ke Thailand akan dimulai pada Maret 2018.

Sejumlah negara lain, seperti Spanyol, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Brunei, Pakistan, Vietnam dan Taiwan juga telah menunjukkan minat mereka untuk membeli jet tempur T-50 berserta variannya, meski belum ada penandatanganan kontrak.

Korea Selatan juga dilaporkan akan mencoba untuk menjual jet tempur T-50s dan membeli jet tempur F-35. Jet tempur T-50 merupakan salah satu pesaing dalam program TX yang dibuka oleh Angkatan Udara AS. Jika lolos dalam program ini, Korsel memiliki kesempatan untuk mengekspor 300 hingga 1.000 pesawat tipe tersebut beserta variannya.

Di Indonesia Golden Eagle T-50 sudah mendarat sejak akhir 2013 untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Dilihat dari spesifikasinya Golden Eagle T-50 memang termasuk salah satu pesawat tempur canggih. Bobotnya yang ringan, mesin yang kencang, membuat pesawat ini cocok dijadikan pesawat latih lanjutan bagi pilot pesawat tempur.

Menurut catatan Wikipedia pesawat ini memiliki panjang 13 meter dengan lebar mencapai 9,45 meter dengan kecepatan maksimum mencapai 1.600 KM per jam.

Sebagai pesawat tempur ringan Golden Eagle T-50 juga memiliki persenjatan yang lengkap, ada gatling gun tiga laras yang bisa menyemburkan 2.000 peluru setiap menitnya serta beragam macam rudal dan roket.

Berkat semua kecanggihanya itu Golden Eagle T-50 dianggap layak untuk selalu tampil dalam berbagai acara kedirgantaraan, bersanding dengan pesawat super lainnya seperti F16 dan Sukhoi Su-30. | ferd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s